Tugas resume mata kuliah Sejarah Pendidikan Islam
"Sejarah perkembangan pendidikan Islam pada masa dinasti Bani Umayyah dan dinasti Bani Abbasiyah"
1. Dinasti Bani Umayyah
Bani Umayyah merupakan kekhalifaan Islam pertama setelah masa Rosulullah dan Khilafaurrasyidin berakhir. Lama masa kekuasaan Bani Umayyah berkuasa yakni sekitar 661 – 750 M di Kota Damaskus dengan dipimpin oleh 14 orang khalifah.
Dinasti ini termasuk kerajaan islam yang dibangun oleh Muawiyah Ibn Abi Sufyan. Dikutip dari jurnal Perkembangan Islam pada Masa Bani Umayyah, terbentuknya dinasti umayyah termasuk gambaran awal bahwa umat silam memperoleh identiasnya kembali sebagai Negara berdaulat. Selain itu, pemerintahan ini juga merupakan fase ketiga kekuasaan islam setelah berlangsung kurang lebih selama satu abad (661 – 750 M). Ada beberapa aspek yang diubah mulai dari sistem kekuasaan, keagamaan, intelektual, politik, bahkan kehidupan sosial. Pada zaman ini, ibukota dipindah yang semula di Madinah menjadi ke Damaskus. Hal ini melambangkan zaman imperium baru dan Umayyah semakin melebar sayap kekuasaan islam menjadi sangat kuat.
Ada banyak ilmu yqng semakin meluas dan tidak hanya satu bidang saja, bahkan terjadi di dalam beberapa bidang, seperti:
- Ilmu pengetahuan bidang agama, yakni seluruh ilmu yang berlandaskan dari al-Qur’an dan Hadist.
- Ilmu pengetahuan bidang sejarah, dimana bidang ilmu yang menggali tentang perjalanan hidup, kisah dan riwayat.
- Ilmu pengetahuan bidang bahasa, segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahwu, sharof.
- Ilmu pengetahuan bidang filsafat, bentuk ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa barat atau asing, seperti ilmu mantiq, kedokteran, kimia, astronomi, ilmu hitung, dan lain-lain.
Keempat bidang ilmu ini dikaji dan dipergunakan saling bahu-membahu hingga menjadi sebuah kesatuah yang saling mendukung dan membutuhkan. Namun secara essensial , pendidikan Islam pada masa ini tidak jauh beda dengan pada masa Khulafaurrasyidin.
Periode dinasti Umayyah merupakan masa inkubasi, dimana pada masa ini intelektual muslim berkembang pada masa ini. Pola pendidikan di masa ini bersifat desentralisasi, tidak memiliki tingkatan dan standar umur. Kajian keilmuan pada masa ini berpusat di Damaskus, Kuffah, Mekkah, Madinah, Mesir, Cordova dan beberapa kota lainnya. Adapun bentuk Pendidikan di periode ini di antaranya Pendidikan Istana. Tujuan adanya bentuk pendidikan seperti ini selain mangajarkan ilmu pengetahuan, Muaddib juga harus mendidik kecerdasan, hati dan jasmani anak. Adapun rencana pelajaran di pendidikan istana, yakni:
- Al-Qur’an (Kitabullah)
- Hadis-hadis yang mulia
- Syair-syair yang terhormat
- Riwayat hukuma
- Menulis, membaca dan lain-lain
- Nasihat pembesar kepada Muaddib
- Badiah
- Perpustakaan
- Bamaristan
Dengan begitu disimpulkan bahwa pola pendidikan pada masa bani umayyah dikatakan berkembang karena dilihat dari aspek pengajarannya. Adapun macam-macam kurikulum yang berkembang pada masa Bani Umayyah dilihat dari jenjang pendidikannya, yaitu:
- Kurikulum Pendidikan Rendah. Kurikulum ini pada umumnya guru mengajarkan kepada muridnya di sebuah lembaga kuttab. Seorang guru mengajarkan Al-Qur’an dan menghafalnya, selain itu juga mengajarkan membaca dan menulis serta belajr pokok-pokok agama Islam lainnya.
- Kurikulum Pendidikan Menengah. Dimana seorang guru mengajarkan kepada muridnya mengenai Al-Qur’an dan tafsirnya, hadis dan mengumpulkannya serta fiqih (tasyr’). Dan dimana proses pengajaran ini sudah dilakukan di masjid.
- Kurikulum Pendidikan Tinggi. Disebut juga halaqah, pada kurikulum pendidikan tinggi ini bukan lagi seorang guru sebagai pengajar tapi seorang syaikh dan yang terlibat dalam halaqah adalah seorang mahasiswa. Dimana sistem dari kurikulum tinggi ini seorang mahasiwa tidak terikat dengan pelajaran tertentu dalam arti mahasiswa sudah diberi kebebasan didalam halaqah namun tentunya tujuan dari kurikulum ini tetap mengutamakan pengajaran mengenai Al-Qur’an dan agama.
2. Dinasti Bani Abbasiyah
Pada masa dinasti Abbasiyah, pendidikan dan pengajaran berkembang dengan sangat pesat sehingga anak-anak bahkan orang dewasa berlomba-lomba menuntut ilmu pengetahuan, melawat ke pusat-pusat pendidikan meninggalkan kampung halaman mereka, demi untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Dan salah satu indikator berkembang pesatnya pendidikan dan pengajaran ditandai dengan berkembang luasnya lembaga-lembaga pendidikan Islam. Pada masa dinasti Abbasiyah ini merupakan masa yang terkenal dengan masa perkembangan pendidikan. Pendidikan pada masa ini tidak terlepas dari peran besar seorang khalifah ke lima yaitu khalifah Harun Al-Rasyid. Khalifah Harus Al-Rasyid lahir di Ray pada tahun 150 Hijriah. Beliau merupakan putra daru Mahdi, yang merupakan Khalifah Abbasiyah dan ibunya adalah Khairuzan seorang ratudari Yaman. Pada masa pemerintahannya Khalifah Harun Al-Rasyid banyak berperan besar dalam pengembangan ilmu pengethuan dalam dunia pendidikan. Dibawah pemerintahan khalifah Harun Al-Rasyid, Bahgdad yang terkenal dengan toko-tokonya terus berkembang dengan adanya produksi kertas yang mulai diperkenalkan. Ini berawal dari para perajin dari China yang terampil membuat kertas sebagian menjadi tawanan yang ditangkap oleh pasukan Arab dalam perang Talas pada tahun 751 Hijriah. Adapun lembaga-lembaga pendidikan Islam yang ada pada masa dinasti Abbasiyah antara lain:
- Kuttab
- Pendidikan Rendah di Istana
- Toko-toko Kitab
- Rumah-rumah Para Ulama
- Majlis atau Saloon Kesusasteraan Majlis
- Badiah
- Rumah Sakit
- Perpustakaan
- Madrasah
Sedangkan tingkatan pelajaran pada zaman Abbasiyah, sekolah terdiri dari beberapa tingkatan. Yang pertama yaitu tingkat sekolah dasar, disebut jamak kuttab (katatib), adalah tempat belajar anak-anak. Selain kuttab, anak-anak belajar di rumah, di keraton, di tokoko, dan di luar pasar. Kurikulum Kuttab (Tingkat Bawah) Kurikulum Kuttab secara umum adalah sebagai berikut:
- Membaca dan menghafal Al-Qur'an
- Prinsip-prinsip Islam seperti wudhu, shalat, puasa, dll
- Menulis
- Sejarah (narasi) orang-orang besar Islam
- Membaca dan menghafal puisi atau NatsarNatsar (prosa)
- Berhitung
- Pokok-pokok tentang Nahwu dan Syaraf ala kadarnya.
* Terima Kasih *
Komentar
Posting Komentar